Tren "Kuliah adalah Scam" dan Keresahan Mahasiswa
Keterangan Gambar: Kuliah adalah scam. Tren yang menimbulkan keresahan mahasiswa. (sumber gambar: canva)
Penulis: Alfiana Zamelia
S2MI - Video viral "Kuliah Adalah Scam" tengah mengguncang media sosial. Peristiwa ini menimbulkan keresahan khususnya mahasiswa. Narasi tersebut memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan.
Keresahan tersebut berawal dari persepsi mahasiswa tentang perkuliahan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa menilai mereka sering kalah bersaing dengan individu yang bersertifikasi keahlian khusus.
Selain seputar persaingan, mahasiswa juga mengungkapkan kegelisahan akan arah masa depan. Pergantian dunia kerja memperkuat situasi kekhawatiran terhadap kesiapan setelah lulus.
Faktor Biaya pendidikan juga menjadi bahan pertimbangan mahasiswa. Seiring besarnya pengorbanan finansial mendatangkan pertanyaan manfaat kuliah jangka panjang.
Dalam konteks "scam" digunakan sebagai bentuk kritik sosial yang mudah menarik perhatian publik. Mahasiswa kritis menyikapi fenomena tersebut sebagai dorongan perubahan, bukan penolakan terhadap pendidikan.
Meski demikian, mahasiswa dapat menangani tren ini melalui metode yang lebih proporsional.
Dosen berasumsi bahwa kuliah merupakan pembentukan cara berpikir dan sikap profesional. Ruang pembelajaran yang aplikatif memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berproses.
Selaras dengan hal tersebut, kampus mempersiapkan berbagai program untuk mahasiswa. Program tersebut meliputi organisasi, magang, dan pelatihan keterampilan.
Pada akhirnya, Mahasiswa memiliki peluang yang besar untuk memaksimalkan perkembangan selama menempuh studi. Mahasiswa juga dapat menggunakan lingkungan kampus sebagai ruang belajar.
Menanggapi kondisi ini, keresahan mahasiswa wajib direspon dengan evaluasi berkelanjutan. Diskusi ini menjadikan refleksi bersama tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga institusi pendidikan.
Editor: Rommy Mochamad Ramdhani