Teknik-Teknik Belajar Mandiri yang Efektif Bagi Mahasiswa
Keterangan gambar : belajar mandiri secara efektif itu bukan sekadar kegiatan menghafal, tetapi proses memahami diri sendiri dan cara belajar yang paling sesuai (sumber gambar : canva).
Penulis: Areta Belva Jacinda Aflihi
S2MI - Belajar mandiri merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi tuntutan akademik, terlebih menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Kemampuan ini memungkinkan mahasiswa mengatur strategi belajar sesuai kebutuhan pribadi mereka.
Pendekatan belajar mandiri yang efektif harus didukung oleh teknik yang terbukti secara empiris meningkatkan retensi dan pemahaman. Banyak peneliti dalam bidang pendidikan tinggi menekankan bahwa pengelolaan waktu dan pembelajaran terstruktur merupakan fondasi utama keberhasilan belajar mandiri.
Salah satu teknik yang diakui dalam penelitian pendidikan adalah active recall, yaitu metode mengingat kembali informasi tanpa melihat catatan. Teknik ini terbukti meningkatkan daya ingat jangka panjang karena otak dipaksa untuk memanggil informasi secara aktif.
Mahasiswa dapat menerapkan active recall dengan membuat pertanyaan dari materi kuliah dan mencoba menjawabnya tanpa membuka sumber. Cara ini tidak hanya menguji pemahaman, tetapi juga membantu mengidentifikasi bagian materi yang masih lemah.
Selain active recall, teknik spaced repetition juga sangat efektif dalam membantu mahasiswa mengingat materi dalam jangka waktu yang lebih lama. Teknik ini dilakukan dengan mengulang materi pada jeda waktu tertentu sehingga informasi tersimpan lebih kuat dalam memori.
Penggunaan aplikasi seperti Anki atau Quizlet dapat membantu mahasiswa melakukan spaced repetition secara teratur dan terstruktur. Dengan pengulangan yang terjadwal, mahasiswa akan mengurangi risiko belajar menumpuk menjelang UAS.
Teknik lain yang dianjurkan peneliti adalah deliberate practice, yaitu latihan terfokus pada kelemahan yang ingin diperbaiki. Mahasiswa perlu meninjau kembali materi yang dirasa sulit dan melatihnya secara konsisten untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam.
Belajar mandiri juga memerlukan kemampuan mengelola waktu dengan baik melalui pembuatan jadwal belajar harian. Jadwal ini harus realistis dan disesuaikan dengan kemampuan berkonsentrasi agar tidak menimbulkan kelelahan berlebih.
Lingkungan belajar yang kondusif sangat berpengaruh terhadap efektivitas belajar mandiri mahasiswa. Meminimalkan gangguan dari gawai, media sosial, dan kebisingan akan membantu mahasiswa fokus lebih lama saat belajar.
Catatan belajar yang ringkas dan terorganisasi juga mendukung proses belajar mandiri yang lebih produktif. Mahasiswa dapat menggunakan metode pencatatan seperti mind mapping atau Cornell Notes untuk mempermudah pemahaman materi yang kompleks.
Teknik refleksi diri setelah belajar dapat membantu mahasiswa menilai apakah strategi yang digunakan sudah efektif. Dengan melakukan evaluasi, mahasiswa dapat memperbaiki metode belajar sehingga proses persiapan UAS menjadi lebih optimal.
Pada akhirnya, belajar mandiri bukan sekadar kegiatan menghafal, tetapi proses memahami diri sendiri dan cara belajar yang paling sesuai. Dengan menerapkan teknik-teknik berbasis penelitian, mahasiswa dapat meningkatkan performa akademik secara signifikan menjelang UAS. ***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani