Langkah-Langkah Realistis Dalam Pengendalian Kebiasaan Menunda Tugas
Keterangan gambar :Tekanan akibat menunda tugas dapat diatasi dengan melakukan langkah realistis dalam pengendalian kebiasaan menunda tugas (sumber gambar : freepik)
Penulis: Safira Yolanda Firmansah
S2MI - Menunda untuk menyelesaikan tugas bukan hanya masalah pengelolaan waktu, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana otak kita bereaksi terhadap tekanan.
Banyak mahasiswa terjebak dalam menunda karena merasa tugas tersebut terlalu besar atau rumit untuk langsung dikerjakan. Memahami alasan ini sangat penting agar solusi yang ditawarkan benar-benar praktis dan tidak hanya bersifat motivasional.
Sebelum berusaha mengubah kebiasaan menunda, penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Beberapa faktor umum yang sering muncul termasuk kelelahan, ketidakjelasan instruksi, hingga kekhawatiran akan hasil yang kurang memuaskan.
Pemahaman akan pemicu-pemicu tersebut, mengakibatkan strategi yang diambil akan lebih tepat guna dan efektif.
Salah satu pendekatan yang paling praktis untuk memulai adalah dengan membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil. Tugas yang besar sering kali membuat seseorang merasa kewalahan karena terlihat sulit untuk diselesaikan sekaligus.
Pembagian menjadi langkah-langkah kecil, akan memiliki efek beban menjadi lebih ringan dan proses pengerjaan menjadi lebih mudah.
Setelah tugas dibagi, langkah selanjutnya adalah memulai dari bagian yang paling mudah. Metode seperti “aturan dua menit” sudah terbukti efektif karena memfasilitasi untuk mulai bergerak tanpa menunggu adanya motivasi yang besar.
Setelah menyelesaikan langkah kecil, otak akan lebih mudah mempertahankan semangat untuk melanjutkan.
Menggunakan teknik bekerja dalam interval waktu yang singkat juga menjadi strategi lain yang realistis dan populer. Metode fokus selama 15–20 menit membantu menjaga produktivitas tanpa menyebabkan kelelahan yang cepat.
Mengambil istirahat singkat setelah itu membantu mempertahankan energi sehingga pengerjaan tugas terasa lebih ringan.
Selain itu, mengurangi gangguan dengan langkah-langkah sederhana juga memberikan hasil yang signifikan. Tidak perlu menggunakan aplikasi pengunci ponsel atau metode ekstrim lainnya untuk meminimalisir gangguan.
Mematikan notifikasi sementara atau menjauhkan ponsel cukup efektif untuk meningkatkan konsentrasi.
Waktu yang tepat untuk bekerja juga sangat berpengaruh dalam mengatasi kebiasaan menunda. Setiap orang memiliki waktu produktif yang berbeda-beda, sehingga memaksa diri untuk bekerja di saat yang tidak tepat justru membuat tugas terasa semakin berat.
Dengan mengatur jadwal sesuai dengan ritme alami tubuh, proses kerja akan lebih nyaman dan teratur.
Memberikan penghargaan kecil setelah menyelesaikan bagian tertentu juga dapat meningkatkan semangat. Sistem penghargaan sederhana seperti istirahat sejenak, menikmati camilan, atau menonton video singkat bisa memberikan rasa puas.
Hal ini akan membuat otak mengaitkan proses belajar dengan pengalaman yang menyenangkan, sehingga lebih mudah untuk melakukannya kembali.
Sikap perfeksionis sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari kebiasaan menunda. Banyak mahasiswa menunggu “waktu yang tepat” atau “mood yang ideal” untuk mulai bekerja, padahal biasanya momen tersebut tidak selalu muncul.
Menyadari bahwa “draf awal tidak perlu sempurna” dapat membantu seseorang untuk memulai lebih cepat.
Strategi lain yang efektif adalah dengan menentukan deadline bayangan sebelum tenggat waktu nyata. Deadline ini memberikan keleluasaan untuk melakukan revisi atau menghadapi hal-hal tak terduga tanpa menyebabkan stres.
Konsistensi melakukan cara ini, maka pengerjaan tugas terasa lebih terorganisir dan tidak terburu-buru.
Mengerjakan tugas sedikit demi sedikit juga merupakan langkah yang sangat realistis untuk menghindari penumpukan. Melakukan tugas selama beberapa menit setiap hari jauh lebih efektif dibandingkan menunggu waktu luang yang belum tentu ada.
Konsistensi kecil seperti ini membantu menyelesaikan tugas dengan lebih cepat tanpa terasa berat.
Menghilangkan kebiasaan menunda tidak perlu dilakukan dengan cara yang drastis atau perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari. Sebaliknya, perubahan kecil yang dapat dilakukan secara rutin akan memberikan hasil yang lebih signifikan dalam jangka panjang.
Memulai kebiasaan dari langkah-langkah kecil, menjaga fokus sejenak, dan membagi tugas menjadi bagian-bagian lebih kecil adalah strategi yang dapat diadopsi oleh siapa pun.
Pada akhirnya, mengatasi penundaan adalah proses yang membutuhkan kesadaran diri, disiplin ringan, dan strategi yang sesuai dengan kondisi pribadi.
Cara yang realistis selalu berfokus pada langkah kecil yang mungkin dilakukan, bukan pada tuntutan produktivitas berlebihan.
Tindakan menerapkan strategi-strategi tersebut secara bertahap, kebiasaan menunda dapat dikurangi hingga tidak lagi menjadi hambatan utama dalam menyelesaikan tugas-tugas penting.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani