Tips Memilih Teman : Pertemanan yang Sehat dan Produktif bagi Mahasiswa
Keterangan foto: Pilihlah dengan bijak hari ini, agar kamu bisa sukses dan bahagia bersama mereka di masa depan (sumber gambar : canva)
Penulis : Rizky Mardianto
S2MI - Masa kuliah adalah fase transisi terbesar dalam hidup, di mana lingkungan sosialmu berubah total. Teman yang kamu pilih saat ini akan sangat menentukan keberhasilan akademik dan kariermu di masa depan.
Memilih teman di kampus bukan berarti kamu harus menjadi pemilih yang sombong atau tertutup. Ini tentang menemukan lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri agar kamu tidak salah arah.
Carilah teman yang memiliki visi dan tujuan akademik yang sejalan denganmu. Ketika kamu malas, mereka akan menjadi alarm pengingat untuk kembali fokus mengejar target kelulusan.
Hindari lingkaran pertemanan yang hanya mengajakmu membolos atau menunda-nunda tugas kuliah. Kebiasaan buruk itu sangat menular dan bisa membuat IPK-mu anjlok tanpa disadari.
Teman yang produktif biasanya senang mendiskusikan ide-ide baru atau peluang pengembangan diri. Bersama mereka, obrolan santai di kantin bisa berubah menjadi inspirasi proyek atau bisnis yang menjanjikan.
Perhatikan bagaimana respon temanmu saat kamu sedang meraih sebuah prestasi atau keberhasilan. Teman yang sehat akan tulus merayakan pencapaianmu tanpa merasa iri atau berkompetisi secara tidak sehat.
Penting juga untuk memiliki teman yang berasal dari jurusan atau fakultas yang berbeda. Hal ini akan memperluas wawasanmu dan membangun jejaring profesional yang beragam sejak dini.
Menjauhlah dari "drama" yang tidak perlu dan hanya menguras energi mentalmu. Apabila kuliah dianggap sudah cukup berat, maka berhenti menambahkan beban dengan pertemanan yang toxic.
Teman yang baik adalah pendengar yang bijak saat kamu sedang merasa stres berlebih dengan tumpukan tugas. Mereka hadir memberikan dukungan emosional, bukan malah menambah keruh suasana dengan gosip.
Raih teman yang berani memberikan kritik yang membangun demi kebaikanmu sendiri. Mereka yang berani menegur saat kamu salah adalah sahabat sejati yang peduli pada masa depanmu.
Meski fokus pada produktivitas, pastikan teman-temanmu juga tahu caranya bersenang-senang untuk melepas penat. Keseimbangan antara belajar keras dan refreshing sangat penting untuk menjaga kesehatan mental selama kuliah.
Ingatlah bahwa kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada kuantitas atau popularitas di kampus. Memiliki tiga sahabat yang setia dan suportif jauh lebih berharga daripada mengenal ratusan orang yang tidak peduli.
Berani untuk menetapkan batasan pribadi dalam pertemanan. Teman yang baik akan menghargai waktumu saat kamu harus menyendiri atau fokus belajar.
Perhatikan juga gaya hidup teman-temanmu, terutama dalam hal pengelolaan keuangan sehari-hari. Bergaul dengan mereka yang boros bisa memengaruhi kebiasaan belanjamu dan mengganggu stabilitas keuangan bulanan.
Bergabunglah dengan organisasi atau unit kegiatan mahasiswa untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama. Di sana, kamu akan lebih mudah menemukan teman yang memiliki semangat kontribusi dan kerja sama tim.
Jadilah teman yang baik terlebih dahulu jika kamu ingin menarik orang-orang baik ke dalam hidupmu. Energi positif yang kamu pancarkan akan mengundang orang-orang dengan frekuensi yang sama untuk mendekat.
Evaluasi lingkaran pertemananmu secara berkala, apakah mereka membawamu ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Tidak ada salahnya merenggangkan hubungan dengan orang-orang yang menghambat potensimu untuk berkembang.
Pada akhirnya, teman kuliah sering kali menjadi sahabat seumur hidup hingga masa tua nanti. Pilihlah dengan bijak hari ini, agar kamu bisa sukses dan bahagia bersama mereka di masa depan.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani