Tips Belajar Efektif Menjelang Ujian Akhir Semester
Keterangan Foto: Kunci dari keberhasilan Ujian akhir semester berawal dari persiapan belajar yang terencana serta ketekunan dari mahasiswa dalam menjalankannya. (Sumber gambar Freepik)
Penulis: Fransisca Claudyna Putri Ramita
S2MI - Menjelang Ujian Akhir Semester (UAS), sejumlah mahasiswa mulai merasakan beban akibat banyaknya materi yang perlu dipelajari. Keadaan itu sering menimbulkan ketidaknyamanan karena waktu yang tersedia semakin menipis untuk mempelajari semua materi.
Kekhawatiran ini alami, karena di akhir semester biasanya pengajar memberikan ringkasan materi yang perlu dipahami dengan lingkup yang cukup luas. Kecemasan bisa diminimalkan jika mahasiswa dapat menggunakan metode belajar yang baik dan benar.
Salah satu metode pembelajaran yang paling terkenal adalah Teknik Pomodoro yang diciptakan oleh Francesco Cirillo. Metode ini dilakukan dengan belajar selama 25 menit dan beristirahat selama 5 menit untuk mempertahankan konsentrasi dan menghindari keletihan.
Mahasiswa dapat menggunakan teknik ini dengan menentukan satu topik yang ingin diatasi dalam setiap sesi Pomodoro. Metode ini menjadikan proses belajar lebih terfokus dan membantu mahasiswa menghindari perilaku menunda.
Metode Active Recall merupakan salah satu strategi belajar yang paling efektif berdasarkan penelitian dalam psikologi kognitif. Metode ini melatih pikiran untuk menyimpan informasi tanpa merujuk pada catatan, sehingga pemahaman materi menjadi lebih baik.
Mahasiswa bisa menggunakan Active Recall dengan merumuskan pertanyaan dari materi dan berusaha menjawabnya sendiri. Selain itu, metode ini dapat diterapkan dengan menguraikan materi seolah-olah mengajarkan orang lain.
Mahasiswa dapat mengombinasikan Active Recall dengan Spaced Repetition untuk meningkatkan daya ingat. Metode repetisi berjarak adalah pengulangan konten pada interval yang ditentukan agar informasi dapat tersimpan dalam ingatan jangka panjang.
Peta konsep juga dapat memandu mahasiswa dalam merangkai dan memahami keterkaitan antar-materi. Dengan menggambarkan jalur materi, otak lebih gampang mengolah informasi secara terorganisir.
Pelaksanaannya bisa dilakukan dengan memilih satu bagian besar, kemudian membaginya menjadi subtopik dan mengaitkannya dengan garis penghubung. Metode ini sangat berguna terutama untuk mata kuliah yang memiliki konsep yang saling terkait.
Belajar dalam kelompok kecil dapat pula meningkatkan efektivitas pemahaman para mahasiswa. Diskusi dengan teman membantu mahasiswa memahami materi dari perspektif yang berbeda dan saling memperkaya pengetahuan.
Kelompok belajar bisa dilakukan dengan membagikan tugas kepada setiap anggota untuk menjelaskan bagian materi tertentu. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
Selain itu, suasana belajar yang menyenangkan juga berpengaruh pada keberhasilan belajar. Kamar atau ruangan yang tenang, penerangan yang cukup, dan sedikit gangguan dapat meningkatkan konsentrasi saat belajar materi.
Mahasiswa bisa menciptakan suasana belajar yang baik dengan mematikan pemberitahuan ponsel atau memilih tempat yang mendukung seperti perpustakaan. Ini memfasilitasi kinerja otak yang lebih efisien dan mengurangi distraksi.
Merawat kesehatan fisik dan mental adalah aspek krusial dalam persiapan menghadapi ujian. Cukup tidur, mengonsumsi makanan sehat, dan berolahraga ringan dapat membantu meningkatkan daya konsentrasi.
Mahasiswa harus menyadari bahwa keadaan fisik yang baik berkontribusi signifikan terhadap kemampuan otak dalam menerima dan memproses informasi. Sebagai akibatnya, keseimbangan antara belajar dan istirahat harus senantiasa dijaga.
Pada akhirnya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai hasil belajar terbaik selama mampu menerapkan strategi yang tepat. Dengan memilih metode belajar yang sesuai, disiplin dalam menjalankannya, serta menjaga kondisi fisik dan mental, proses persiapan Ujian Akhir Semester dapat berlangsung lebih ringan dan terarah.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani