Prinsip Jaga Privasi Data Mahasiswa di Media Sosial
Keterangan foto :Ilustrasi seseorang yang sedang mengakses media sosial melalui perangkat digital sebagai simbol pentingnya menjaga privasi data mahasiswa (sumber : pexel)
Penulis : Laely Ramadhani
S2MI - Privasi data mahasiswa adalah aspek penting yang harus dijaga di era digital karena aktivitas perkuliahan kini banyak terhubung dengan media sosial.
Banyak mahasiswa membagikan informasi tanpa sadar bahwa hal tersebut bisa berdampak pada keamanan diri mereka.
Media sosial sering kali menyimpan data pribadi mulai dari foto, lokasi hingga kebiasaan sehari-hari. Jika tidak berhati-hati, informasi ini dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Salah satu prinsip penting adalah membatasi informasi pribadi yang dibagikan. Mahasiswa perlu memahami bahwa tidak semua hal harus dipublikasikan ke ruang publik.
Mengatur privasi akun adalah langkah dasar yang harus diterapkan. Dengan fitur privasi, mahasiswa dapat mengontrol siapa saja yang bisa melihat postingan mereka.
Mahasiswa juga perlu menjaga kerahasiaan data akademik seperti NIM, jadwal kuliah, atau foto kartu mahasiswa. Informasi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk pencurian identitas.
Berhati-hati saat menerima permintaan pertemanan dari akun yang tidak dikenal adalah langkah lain yang sangat penting. Banyak akun palsu digunakan untuk mengumpulkan data pribadi korbannya.
Menghindari unggahan yang menunjukkan lokasi secara real time dapat meningkatkan keamanan diri. Lokasi yang diumumkan ke publik bisa meningkatkan risiko penguntitan atau penyalahgunaan informasi.
Mahasiswa harus memastikan bahwa mereka tidak membagikan foto atau dokumen yang memuat data sensitif. Sekali diunggah, data tersebut sulit dihapus sepenuhnya dari internet.
Seorang mahasiswa pernah mengunggah foto kartu mahasiswanya ke Instagram sebagai tanda bangga masuk kampus baru.
Tanpa disadari, foto tersebut memuat NIM, barcode, dan data kampus yang kemudian digunakan oknum untuk membuat akun palsu dengan identitas dirinya.
Akibatnya, mahasiswa tersebut sempat mengalami penyalahgunaan data dan harus mengurus klarifikasi ke pihak kampus. Selalu cek ulang izin aplikasi yang terhubung dengan akun media sosial.
Beberapa aplikasi pihak ketiga dapat mengakses data pribadi dalam jumlah besar. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, mahasiswa dapat bermedia sosial dengan lebih aman dan bijak.
Privasi bukan hanya tentang menyembunyikan informasi, tetapi juga mengontrol apa yang pantas dibagikan.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani