Pentingnya Self Care untuk Kesehatan Mental Mahasiswa
Keterangan foto : Pentingnya Self Care untuk Kesehatan Mental Mahasiswa (sumber : canva)
Penulis : Masithoh
S2MI - Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa itu penuh tantangan. Tuntutan akademik, tekanan organisasi, hubungan sosial, dan tuntutan pribadi sering kali membuat mahasiswa berada dalam kondisi stres berkepanjangan.
Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Di sinilah self care berperan sebagai langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup.
Apa itu Self Care?
Self care adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional. Self care bukan bentuk kemewahan atau sikap egois, tetapi kebutuhan dasar agar individu dapat berfungsi secara optimal.
Mengapa Self Care Penting bagi Mahasiswa?
1. Menurunkan Tingkat Stres
Mahasiswa sering menghadapi deadline tugas, ujian, hingga tuntutan akademik lainnya. Self care membantu merilekskan tubuh dan pikiran sehingga stres tidak menumpuk.
2. Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Otak yang lelah akan sulit bekerja secara optimal. Dengan memberi waktu istirahat yang cukup, kualitas belajar dan konsentrasi akan meningkat.
3. Mencegah Burnout
Burnout sering terjadi ketika mahasiswa terus memaksakan diri tanpa jeda. Melakukan self care secara rutin membantu menjaga batas agar kelelahan ekstrem tidak terjadi.
4. Mendukung Kesehatan Emosional
Self care memberikan ruang untuk mengenali perasaan, mengelola emosi, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
5. Meningkatkan Kualitas Hidup
Ketika mahasiswa merasa seimbang secara mental dan fisik, mereka dapat menikmati kehidupan kampus dengan lebih positif dan penuh energi.
Contoh Praktik Self-Care Sederhana untuk Mahasiswa
- Mengatur waktu tidur minimal 7–8 jam per hari.
- Berolahraga ringan seperti jogging, yoga, atau berjalan kaki.
- Mengambil jeda saat belajar, menggunakan teknik Pomodoro.
- Menjaga pola makan sehat dan minum air yang cukup.
- Melakukan hobi, seperti membaca, melukis, atau bermain musik.
- Membatasi penggunaan media sosial saat merasa overwhelmed.
- Berbicara dengan teman atau konselor saat merasa kewalahan.
Self care bukanlah aktivitas yang memakan banyak waktu atau harus dilakukan secara mewah. Hal yang kecil namun konsisten dapat memberikan perubahan besar pada kesehatan mental.
Bagi mahasiswa, menjaga diri bukan hanya penting untuk menjalani proses akademik dengan baik, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan hidup. Dengan self care, mahasiswa dapat menjalani hari-hari dengan lebih seimbang, produktif, dan bahagia.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani