Beyond Academic : Keterampilan Abad 21 yang harus Dikuasai Mahasiswa
Keterangan gambar : Dunia kerja membutuhkan individu yang mampu memecahkan masalah dan beradaptasi dengan cepat (sumber gambar : canva)
Penulis : Carissa Amanda Euodia Pohan
S2MI - Di era kehidupan serba teknologi, kemampuan akademik bukan hanya satu-satunya modal mahasiswa dalam menghadapi masa depan. Dunia kerja juga membutuhkan individu yang mampu memecahkan masalah dan beradaptasi dengan cepat.
Keterampilan abad 21 hadir sebagai tuntutan baru yang harus dipenuhi mahasiswa agar tetap relevan. Beberapa skill ini dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Kemampuan berpikir kritis dapat membuat mahasiswa memahami suatu masalah secara lebih mendalam sebelum membuat keputusan. Dengan demikian, mahasiswa dapat melihat inti dari permasalahan tanpa terjebak oleh informasi yang tidak relevan.
Dalam kegiatan akademik, kemampuan pemecahan masalah membantu mahasiswa untuk mengatasi tugas atau proyek yang membutuhkan analisis mendalam. Mahasiswa yang memiliki keterampilan ini cenderung akan lebih tenang dan mampu menemukan solusi yang realistis.
Literasi digital sangat penting karena hampir semua kegiatan akademik kini bergantung pada teknologi. Mahasiswa yang memahami cara menggunakan platform digital biasanya lebih mudah dalam mengakses informasi dan menyelesaikan tugas.
Menguasai teknologi juga dapat membantu mahasiswa mengikuti perkembangan alat dan aplikasi yang terus berkembang. Dengan keterampilan ini, mahasiswa dapat beradaptasi lebih cepat dan tetap terdepan, baik dalam lingkungan belajar maupun dunia kerja.
Kreativitas dapat membantu mahasiswa menemukan cara baru untuk menyelesaikan tugas yang terasa monoton. Seperti yang pernah dikatakan oleh Albert Einstein, kreativitas adalah "kecerdasan yang bersenang-senang," sehingga ide-ide segar muncul Ketika pikiran lebih terbuka.
Kemampuan dalam hal berinovasi juga membuat mahasiswa lebih siap menghadapi perubahan cepat dunia modern. Sejalan dengan pendapat Ken Robinson, inovasi muncul ketika seseorang berani mencoba pendekatan yang berbeda dari pola yang sudah dipakai.
Kepiawaian melakukan kolabori memudahkan mahasiswa untuk bekerja dalam kelompok dan memahami peran masing-masing. Seperti yang dijelaskan oleh John C. Maxwell, kerja sama yang baik terjadi ketika semua orang saling melengkapi, bukan saling bersaing.
Komunikasi yang baik juga menentukan seberapa bisa ide kita diterima oleh orang lain. Peter Drucker menyatakan bahwa komunikasi yang efektif bukanlah tentang seberapa banyak kita berbicara, tetapi tentang memastikan pesan yang disampaikan benar-benar dipahami.
Adaptasi yang tinggi, membuat mahasiswa lebih siap menghadapi perubahan mendadak, baik di perguruan tinggi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan pendapat yang disampaikan Alvin Toffler, mereka yang unggul di masa depan bukanlah yang paling cerdas, melainkan merekaa yang mampu terus belajar, melepaskan kebiasaan lama, dan mempelajari hal-hal baru.
Belajar mandiri juga merupakan kemampuan penting karena tidak semua materi dapat diajarkan di kelas. Menurut Malcolm Knowles, belajar mandiri membantu seseorang menetapkan tujuan, menentukan strategi belajar, dan menilai perkembangan dirinya secara lebih matang.
Keterampilan abad 21 merupakan alat penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tuntutan perkuliahan dan dunia kerja yang terus berubah dan kompetitif. Dengan terus belajar dan beradaptasi, mahasiswa dapat membangun keterampilan yang lebih mempersiapkan mereka untuk masa depan.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani