Pentingnya Istirahat Untuk Kesehatan Mental Mahasiswa
Keterangan foto : istirahat penting untuk kesehatan mental mahasiswa (sumber : canva)
Penulis : Tsabita Nurafifah Thohiroh
S2MI - Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik yang tinggi setiap hari. Tekanan tersebut dapat memengaruhi kondisi mental jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Istirahat memberikan kesempatan bagi otak untuk memulihkan energi yangdigunakan selama belajar. Proses pemulihan tersebut membantu mahasiswa tetap fokus dan produktif.
Kurangnya istirahat dapat menyebabkan mahasiswa mengalami stres berlebih. Stres yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
Tubuh manusia membutuhkan waktu untuk berhenti dari aktivitas intensif agar dapat bekerja optimal kembali. Waktu istirahat yang teratur membantu menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran.
Pola tidur yang baik memengaruhi stabilitas emosional mahasiswa. Mahasiswa yang tidur cukup cenderung mampu mengelola emosi dengan lebih baik.
Istirahat singkat di sela aktivitas belajar membantu mahasiswa mengurangikelelahan mental. Kelelahan mental yang berkurang akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif.
Aktivitas relaksasi seperti berjalan ringan atau meditasi membantu mahasiswa meredakan ketegangan. Ketegangan yang berkurang akan mencegah munculnya gejala kecemasan.
Istirahat juga berperan dalam meningkatkan daya ingat mahasiswa. Otakmemproses informasi dengan lebih baik ketika mahasiswa memberikan jeda waktu yang cukup.
Mahasiswa yang membiarkan diri terus bekerja tanpa jeda berisiko mengalami burnout. Burnout dapat menurunkan motivasi belajar dan memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Lingkungan kampus yang kompetitif sering membuat mahasiswa merasa harus terus aktif. Perasaan tersebut perlu dikendalikan dengan memberikan ruang istirahat yang memadai.
Dukungan dari teman dan keluarga membantu mahasiswa mengingat pentingnya menjaga kesehatan mental. Lingkungan sosial yang positif mendorong mahasiswa untuk menerapkan kebiasaan istirahat yang sehat.
Mahasiswa perlu memahami bahwa istirahat bukan tanda kelemahan melainkan kebutuhan. Kesadaran tersebut akan membantu mereka menjaga kesejahteraan mental selama menempuh pendidikan.***
Ediitor : Rommy Mochamad Ramdhani