Etika Komunikasi Dengan Dosen yang Efektif
Keterangan foto : Seorang dosen yang sedang memberikan penjelasan materi kepada mahasiswa di dalam kelas (sumber : canva).
Penulis : M Rafi Adiwanto
S2MI - Membangun komunikasi yang efektif dengan dosen merupakan fondasi penting bagi kesuksesan akademik mahasiswa di kampus. Etika yang baik bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan profesionalisme dan rasa hormat terhadap pendidik.
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah waktu pengiriman pesan agar tidak mengganggu jam istirahat dosen. Kirimkanlah pesan hanya pada hari dan jam kerja yang wajar, biasanya antara pukul delapan pagi hingga empat sore.
Selalu awali setiap komunikasi dengan salam pembuka yang formal dan santun, seperti "Selamat Pagi" atau "Assalamualaikum". Hindari memulai percakapan secara mendadak tanpa permisi atau hanya menggunakan satu huruf seperti "P".
Dosen mengajar ratusan mahasiswa setiap semester, sehingga mereka tidak mungkin menyimpan semua nomor kontak. Oleh karena itu, perkenalkan identitas Anda secara lengkap di awal pesan, mencakup nama, Nomor Induk Mahasiswa, dan kelas yang diambil.
Gunakanlah Bahasa Indonesia yang baku dan hindari penggunaan singkatan tidak standar ala pesan instan seperti "yg" atau "kmn". Gaya bahasa santai seperti berbicara dengan teman sebaya dianggap kurang sopan dalam konteks akademik yang formal.
Sampaikan maksud dan tujuan Anda secara jelas, padat, dan langsung pada inti permasalahan agar mudah dipahami. Pesan yang bertele-tele seringkali membingungkan dan menyita waktu dosen yang sangat terbatas.
Apabila ingin mengajukan pertemuan tatap muka untuk bimbingan, sebaiknya tawarkan opsi kapan dosen bisa, dan kita siap menyesuaikan diri
Setelah mengirimkan pesan, bersabarlah menunggu balasan karena dosen memiliki banyak prioritas pekerjaan lain selain memeriksa ponsel. Dilarang melakukan spam atau mengirim chat yang sama berulang kali dalam waktu yang singkat karena sangat mengganggu.
Tutuplah setiap komunikasi tertulis dengan kalimat penutup yang baik dan ucapan terima kasih yang tulus. Akhiran yang sopan akan meninggalkan kesan positif dan profesional pada penerima pesan.
Penerapan etika komunikasi yang konsisten ini akan membantu membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan dosen. Kemampuan berkomunikasi dengan santun juga menjadi bekal berharga saat Anda memasuki dunia kerja profesional nanti.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani