Dari Fitrah ke Inovasi: Semangat Baru UNESA Pasca-Ramadan
Keterangan Gambar: Halalbihalal UNESA 2026 menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi di lingkungan kampus. Kehadiran keluarga besar S2 Manajemen Inovasi turut memperkuat sinergi untuk melangkah satu langkah di depan. (Sumber Gambar : Humas UNESA)
Penulis : Evelina Dewi Raharjo
S2MI - Semangat Idulfitri masih terasa kental di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dengan mengusung tema “Bersama Fitrah Suci Menjalin Silaturahmi untuk UNESA Satu Langkah di Depan”, keluarga besar civitas academica Universitas Negeri Surabaya menggelar acara halalbihalal pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di Graha UNESA.
Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa, untuk melebur dalam suasana kekeluargaan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Keluarga besar Program Studi S2 Manajemen Inovasi turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan kolaborasi lintas bidang.
Kembali ke Fitrah, Kembali ke Integritas
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang akrab disapa Cak Hasan, dalam sambutannya menekankan bahwa makna “fitrah suci” dalam tema tahun ini berkaitan erat dengan kejujuran intelektual dan profesionalisme di lingkungan kampus.
“Halalbihalal bukan sekadar seremoni saling berjabat tangan. Ini adalah momen reset bagi kita semua. Dengan hati yang kembali bersih dan fitrah, kita harus memiliki semangat baru untuk mengoreksi asumsi-asumsi lama dan memperkuat penalaran dalam bekerja maupun berkarya,” ujar Cak Hasan.
Sinergi untuk “Satu Langkah di Depan”
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, halalbihalal 2026 ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat posisi UNESA sebagai kampus PTN-BH yang unggul. Frasa “Satu Langkah di Depan” menjadi pengingat bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi di masa depan memerlukan kecepatan, ketepatan, serta yang paling utama adalah ukhuwah atau persatuan.
Dalam perspektif keilmuan S2 Manajemen Inovasi, semangat ini sejalan dengan pentingnya kolaborasi dan pertukaran gagasan sebagai fondasi terciptanya inovasi yang berkelanjutan. Ketika komunikasi berjalan tanpa sekat, kolaborasi lintas disiplin ilmu akan lebih mudah terwujud dan menghasilkan solusi kreatif bagi pengembangan institusi.
Dalam sesi tausiyah yang disampaikan, ditekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi besar seperti UNESA tidak hanya bergantung pada kecanggihan infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan silaturahmi antarsumber daya manusia.
Kebersamaan dalam Keberagaman
Suasana hangat terlihat saat prosesi ramah tamah berlangsung. Tidak ada sekat antara pimpinan dan staf; semuanya berbaur menikmati hidangan khas Lebaran sambil bertukar cerita. Hal ini mencerminkan identitas UNESA sebagai “Rumah Para Juara” yang inklusif dan ramah bagi semua.
Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, diharapkan seluruh civitas academica UNESA, termasuk mahasiswa S2 Manajemen Inovasi, kembali ke aktivitas akademik dengan energi baru. Semangat menjunjung tinggi kebenaran, objektivitas, dan inovasi perlu terus dipelihara demi membawa UNESA melangkah lebih jauh, lebih tinggi, dan tetap menjadi yang terdepan.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani