Dampak Kurang Tidur terhadap Kinerja Akademik pada Mahasiswa
Keterangan foto : Mahasiswa kelelahan akibat kurang tidur sehingga dapat menurunkan fokus, konsentrasi, serta kemampuan menyerap materi selama perkuliahan.
Penulis: Syafina Azzahra
S2MI - Kurang tidur merupakan masalah umum yang sering dialami mahasiswa akibat padatnya aktivitas akademik dan nonakademik. Kondisi ini secara perlahan dapat mengganggu fungsi tubuh yang diperlukan untuk proses belajar.
Secara fisiologis, tidur berperan penting dalam memulihkan energi dan menstabilkan fungsi otak. Ketika waktu tidur tidak terpenuhi, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan pemulihan optimal.
Salah satu dampak utama kurang tidur adalah penurunan konsentrasi dalam mengikuti perkuliahan. Mahasiswa menjadi lebih mudah terdistraksi sehingga sulit memahami materi yang disampaikan.
Selain itu, kurang tidur juga melemahkan kemampuan memori jangka pendek. Padahal, memori jangka pendek merupakan komponen penting dalam menyimpan informasi sebelum diproses menjadi pengetahuan jangka panjang.
Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat menghambat kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa menjadi lebih lambat dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
Tidak hanya memengaruhi aspek kognitif, kurang tidur juga berdampak pada kondisi emosional. Mahasiswa cenderung lebih mudah stres, sensitif, dan sulit mengendalikan emosi saat menghadapi tuntutan akademik.
Gangguan suasana hati ini pada akhirnya dapat mengurangi motivasi belajar. Ketika motivasi menurun, mahasiswa lebih rentan menunda tugas dan kehilangan fokus terhadap tujuan akademiknya.
Kurang tidur juga mengakibatkan turunnya stamina fisik. Tubuh yang lelah membuat mahasiswa cepat mengalami kelelahan saat mengikuti kegiatan kampus.
Kelelahan tersebut dapat menyebabkan kualitas partisipasi dalam kelas menurun. Mahasiswa menjadi kurang aktif bertanya, berdiskusi, atau menyampaikan pendapat
Dampak lain yang sering muncul adalah penurunan kualitas pengambilan keputusan dalam manajemen waktu. Mahasiswa yang kurang tidur cenderung salah mengatur prioritas, sehingga tugas akademik semakin terbengkalai.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan prestasi akademik secara signifikan. Hal ini terjadi karena kemampuan belajar melemah dan produktivitas tidak stabil.
Untuk mengurangi dampak tersebut, mahasiswa perlu membangun kebiasaan tidur yang sehat, seperti menjaga jam tidur konsisten dan menghindari penggunaan gawai sebelum tidur. Dengan kualitas tidur yang baik, kemampuan belajar, fokus, dan prestasi akademik dapat meningkat secara optimal.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani