Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Menjalani Masa Studi
Keterangan Gambar : Pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani masa studi (sumber : canva)
Penulis : Saiq Syamil Ahmad
S2MI - Kesehatan mental merupakan aspek penting, dalam kehidupan mahasiswa yang sering kali diabaikan di tengah tekanan akademik. Menjaga kesehatan mental selama masa studi dapat membantu mahasiswa mencapai performa optimal dan mencegah masalah seperti stres berlebihan.
Salah satu tantangan utama selama masa studi adalah beban tugas yang tinggi dan jadwal yang padat. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan penurunan motivasi.
Untuk menjaga kesehatan mental, penting bagi mahasiswa untuk mengatur waktu dengan efektif. Membuat jadwal harian yang realistis dapat membantu menghindari kelelahan dan memberikan waktu untuk istirahat.
Olahraga rutin merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesehatan mental. Aktivitas fisik seperti berjalan atau berolahraga dapat melepaskan endorfin yang membantu mengurangi stres.
Pola makan seimbang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Konsumsi makanan bergizi dapat mendukung fungsi otak dan mencegah mood swing yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi.
Tidur yang cukup adalah fondasi kesehatan mental yang sering diabaikan oleh mahasiswa. Kurang tidur dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi, sehingga penting untuk menjaga pola tidur yang teratur. Membuat batasan antara waktu studi dan waktu pribadi sangat penting.
Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk bersantai dan menikmati hobi, yang pada akhirnya meningkatkan keseimbangan hidup.
Berinteraksi sosial dengan teman atau keluarga dapat membantu mengurangi isolasi. Diskusi tentang pengalaman studi dapat memberikan dukungan emosional dan perspektif baru.
Praktik mindfulness atau meditasi dapat membantu mahasiswa tetap tenang di tengah tekanan. Teknik ini melatih kesadaran diri dan mengurangi pikiran negatif yang berlebihan.
Jika merasa kewalahan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti konselor kampus. Bantuan dini dapat mencegah masalah kesehatan mental berkembang menjadi lebih serius. Mengatur ekspektasi diri secara realistis adalah kunci untuk menghindari frustrasi. Memahami bahwa kesempurnaan tidak selalu mungkin dapat mengurangi tekanan internal.
Melibatkan diri dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan variasi dan kesenangan. Hal ini membantu mahasiswa membangun jaringan sosial dan meningkatkan rasa kepuasan.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental selama masa studi memerlukan komitmen konsisten. Dengan menerapkan tips ini, mahasiswa dapat menjalani periode studi dengan lebih sehat dan produktif.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani