Strategi Belajar Efektif Menjelang Ujian Tanpa Begadang
Keterangan foto : Suasana belajar yang tertata rapi menguatkan topik strategi belajar efektif menjelang ujian (Sumber gambar : Canva).
Penulis : Iga Arum Mawarni
S2MI - Menjelang ujian, tidak sedikit siswa yang merasa harus belajar sampai larut malam demi mengejar materi. Padahal, kebiasaan itu sering dianggap ampuh, tetapi justru dapat membuat pikiran lelah dan konsentrasi menurun.
Sebenarnya, tubuh tetap membutuhkan istirahat yang cukup agar otak bisa bekerja secara maksimal. Karena itu, strategi belajar yang efektif seharusnya tidak membuat siswa mengandalkan begadang sebagai cara terakhir.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menyusun jadwal belajar yang rapi dan mudah dipatuhi. Dengan jadwal seperti ini, waktu belajar terasa lebih teratur dan tidak berantakan.
Saat membuat jadwal, tentukan juga materi mana yang perlu diprioritaskan. Hal ini membantu siswa belajar dengan tenang tanpa panik karena merasa semua materi menumpuk bersamaan.
Sebenarnya akan jauh lebih mudah jika materi dibagi menjadi bagian- bagian kecil. Cara ini membuat proses memahami informasi tidak terasa berat karena otak menerimanya sedikit demi sedikit.
Untuk menguatkan ingatan, teknik spaced reiteration bisa menjadi pilihan yang efektif. Teknik ini mengulang materi dengan jeda tertentu sehingga otak punya waktu untuk menyimpan informasi lebih baik.
Selain itu, teknik active recall juga bisa membantu memperdalam pemahaman. Dengan mencoba mengingat kembali materi tanpa melihat catatan, otak dilatih untuk lebih aktif dan responsif.
Tempat belajar juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan. Ruangan yang tenang dan minim gangguan biasanya membuat fokus lebih mudah dijaga.
Selama belajar, usahakan untuk tidak terlalu sering mengecek ponsel. Notifikasi yang muncul tiba- tiba bisa memecah konsentrasi dan membuat waktu belajar lebih lama dari seharusnya.
Ingat memberi jeda di antara sesi belajar. Istirahat singkat membantu otak menyegarkan diri dan memproses materi yang baru saja dipelajari.
Menjelang ujian, menjaga pola makan juga sama pentingnya. Makanan yang bergizi dapat memberi energi dan membantu menjaga fokus tetap stabil.
Jika memang suka minum kopi atau minuman berkafein, tetap konsumsi dalam batas wajar. Terlalu banyak kafein justru bisa mengganggu tidur dan membuat tubuh cepat lelah.
Tidur cukup adalah kunci agar otak dapat menyimpan dan mengolah informasi dengan lebih baik. Saat tubuh beristirahat, memori yang dipelajari sebelumnya akan diperkuat secara alami.
Selain menjaga fisik, kondisi internal juga perlu diperhatikan. Rasa cemas yang berlebihan sering membuat siswa sulit berpikir jernih saat belajar.
Saat mulai merasa tegang, teknik pernapasan sederhana bisa membantu menenangkan pikiran. Ketika suasana hati lebih stabil, proses belajar biasanya menjadi lebih lancar.
Latihan soal dapat membantu mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dengan baik dan mana yang masih perlu diperbaiki. Melihat pola pertanyaan juga memberi gambaran tentang tipe soal yang mungkin keluar saat ujian.
Belajar mendadak pada malam sebelum ujian sebaiknya dihindari karena hanya membuat kepala terasa penuh dan menurunkan kualitas pemahaman. Lebih baik malam sebelumnya diisi dengan membaca ringkasan secara ringan, untuk menyegarkan ingatan, bukan menambah materi baru.
Pada pagi hari menjelang ujian, sarapan secukupnya dan melakukan peregangan ringan dapat membantu tubuh tetap segar. Keduanya mampu meningkatkan fokus dan energi.
Jika semua strategi ini diterapkan dengan konsisten, siswa dapat belajar dengan efektif tanpa harus mengorbankan waktu tidur. Kebiasaan belajar yang lebih sehat akan membawa hasil yang lebih baik saat menghadapi ujian. ***
Untuk menguatkan ingatan, teknik spaced reiteration bisa menjadi pilihan yang efektif. Teknik ini mengulang materi dengan jeda tertentu sehingga otak punya waktu untuk menyimpan informasi lebih baik.
Selama belajar, usahakan untuk tidak terlalu sering mengecek ponsel. Notifikasi yang muncul tiba- tiba bisa memecah konsentrasi dan membuat waktu belajar lebih lama dari seharusnya.
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani