Pengaruh Sarapan Terhadap Produktivitas Akademik Mahasiswa
Keterangan gambar : Penting dan pengaruhnya sarapan bagi mahasiswa yang melakukan aktivitas (sumber : canva)
Penulis : Noerman Fariz Samsurizal
S2MI - Aktivitas kuliah pada umumnya dimulai sejak pagi hari sehingga mahasiswa dituntut hadir dalam kondisi siap belajar. Untuk mencapai itu, sarapan menjadi kebutuhan yang seharusnya tidak diabaikan karena berfungsi sebagai sumber energi pertama setelah bangun tidur.
Ketika mahasiswa melewatkan sarapan, tubuh masuk ke fase kekurangan energi pada jam-jam awal. Hal ini menyebabkan proses penerimaan materi kuliah menjadi tidak optimal karena otak belum memperoleh zat gizi yang diperlukan.
Glukosa merupakan bahan bakar utama bagi otak dalam berpikir, mengingat, dan memproses informasi. Sarapan membantu menjaga pasokan glukosa tetap stabil sehingga mahasiswa dapat berkonsentrasi dan mengerjakan tugas dengan baik sejak pagi.
Selain mendukung fokus, sarapan juga berdampak pada kemampuan penalaran. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan lebih mampu merespons pertanyaan dan memahami materi baru secara efektif.
Energi yang diperoleh tubuh dari makanan pagi dapat menjaga kebugaran mahasiswa untuk mengikuti jadwal kuliah yang panjang. Tanpanya, rasa lemas dan mengantuk sering muncul sebelum kegiatan akademik selesai.
Sarapan turut berperan dalam menjaga kestabilan emosi. Ketika perut kosong, hormon tertentu memicu rasa kesal dan mudah stres yang dapat mengganggu interaksi dalam kegiatan kelas.
Kondisi emosi yang terganggu akan membuat minat belajar menurun. Dampaknya, mahasiswa menjadi pasif, tidak fokus mendengarkan penjelasan, dan sulit menangkap inti materi.
Kebiasaan sarapan juga berpengaruh pada kedisiplinan kehadiran di perkuliahan. Mahasiswa yang merasa segar dan bugar di pagi hari cenderung lebih rajin datang tepat waktu.
Pilihan menu sarapan sederhana seperti bubur ayam atau nasi kuning sudah cukup memberikan energi awal bagi tubuh. Dua makanan ini umumnya mudah ditemukan dan harganya terjangkau bagi mahasiswa.
Namun, pola makan pagi sebaiknya tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Makanan yang terlalu berminyak atau berat dapat menyebabkan kantuk dan lamban bergerak saat proses pembelajaran berlangsung.
Membiasakan diri bangun lebih pagi dapat membantu mahasiswa memiliki waktu untuk sarapan. Perubahan kecil ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas belajar setiap hari.
Kampus juga dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan bagi mahasiswa, terutama yang tinggal di kos dan mengatur makan sendiri. Edukasi yang tepat dapat mendorong pembentukan gaya hidup yang lebih sehat.
Sarapan merupakan investasi sederhana untuk mendukung produktivitas akademik. Kebiasaan ini tidak membutuhkan biaya besar, tetapi memberikan manfaat bagi konsentrasi, energi, dan kesiapan mental mahasiswa.
Oleh karena itu, membangun kebiasaan sarapan secara teratur merupakan langkah mudah yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. Ketika tubuh dan pikiran terjaga dengan baik, mahasiswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai prestasi terbaiknya. ***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani