Makan Tepat, Badan Sehat : Detik-detik UAS, Mahasiswa Unesa Harus Semangat
Keterangan Gambar : Gizi seimbang, pikiran cemerlang untuk menjalani ujian akhir semester (sumber : canva).
Penulis : Evan Hermawan Putra
S2MI - Menjelang Ujian Akhir Semester (UAS), banyak mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merasa tekanan belajar semakin meningkat sehingga pola makan sering terabaikan. Padahal, menjaga asupan gizi justru menjadi kunci agar tubuh tetap kuat menghadapi padatnya jadwal ujian.
Asupan makanan yang tepat mampu meningkatkan konsentrasi dan menjaga kestabilan emosi saat belajar marathon. Dengan gizi yang seimbang, mahasiswa dapat berpikir lebih jernih dan mengurangi rasa lelah yang berlebihan.
Sarapan bergizi menjadi fondasi penting sebelum memulai aktivitas belajar sepanjang hari. Pilihan seperti telur, roti gandum, buah, atau oatmeal dapat membantu menjaga energi tetap stabil.
Mengonsumsi air putih yang cukup juga tidak kalah penting untuk mendukung fungsi otak selama persiapan UAS. Dehidrasi ringan saja dapat menurunkan fokus dan membuat badan cepat lemas.
Banyak mahasiswa cenderung mengandalkan kopi untuk begadang, padahal konsumsi berlebihan bisa memicu kecemasan. Lebih baik membatasi kafein dan menggantinya dengan camilan sehat seperti kacang-kacangan atau yogurt.
Pola makan seimbang selama masa ujian dapat memperkuat sistem imun sehingga tubuh tidak mudah sakit. Kondisi tubuh yang prima tentu membantu mahasiswa tetap produktif hingga hari - H ujian.
Selain makan sehat, mengatur jadwal belajar juga penting agar tidak stres berlebihan. Istirahat cukup membantu tubuh memulihkan energi dan memperbaiki kemampuan mengingat.
Tidak hanya tubuh, kesehatan mental juga harus dijaga dengan konsumsi makanan bernutrisi. Omega-3 dari ikan, alpukat, dan kacang-kacangan turut membantu meningkatkan suasana hati.
Mahasiswa Unesa harus mampu menyeimbangkan antara akademik dan gaya hidup sehat menjelang UAS. Dengan manajemen pola makan yang baik, performa belajar dapat meningkat secara signifikan.
Pada akhirnya, makan tepat bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi penting agar mahasiswa tetap semangat menghadapi detik-detik UAS. Ingat bahwa tubuh dan otak bekerja maksimal ketika diberi nutrisi yang cukup.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani