Literasi Digital Senjata Anti Stres Penulisan Ilmiah Paling Ampuh

sumber gambar : Canva
Penulis : Rommy Mochamad Ramdhani
S2 M.I - Seorang mahasiswi semester akhir di Tanjungpinang, berinisial M (22), baru-baru ini menjadi sorotan media setelah nekat melompat dari Jembatan Dompak. Dugaan kuat pemicunya adalah tekanan berat karena skripsinya tak kunjung selesai meski telah berjalan hingga semester 10.
Kisah M ini bukan sekadar berita, melainkan cerminan gunung es masalah psikologis yang dihadapi cukup banyak mahasiswa, stres akademik ekstrem yang diakibatkan oleh skripsi.
Frustrasi M dan banyak mahasiswa lainnya seringkali berakar dari beban ganda. Mereka tidak hanya dituntut memiliki substansi penelitian yang kuat, tetapi juga harus berhadapan dengan labirin teknis penulisan, mulai dari format margin, jenis font, hingga urutan daftar pustaka yang kerap berubah-ubah.Inilah titik di mana literasi digital dapat mengambil peran sebagai penyelamat.
Kunci kemudahan skripsi terletak pada penguasaan tools digital, bukan sekadar kemampuan mengetik. Tujuannya mengalihkan energi dari formatting manual yang rentan kesalahan ke fokus substansi. Langkah pertama yang mutlak adalah menggunakan template standar yang telah disediakan kampus atau jurnal. Penggunaan template ini adalah best practice akademik untuk menjamin konsistensi dan kredibilitas.
Pahami juga Anatomi IMRaD (Introduction, Method, Result, Discussion) sebagai alur logika penulisan ilmiah. Ini akan membantu untuk tidak tersesat dalam bab demi bab. Banyak mahasiswa mengabaikan fitur-fitur yang disediakan oleh pengolah kata. Mereka yang bekerja keras dalam penulisan, seringkali adalah mereka yang mengabaikan penggunaan styles (Heading). Fitur ini adalah fondasi dari semua otomatisasi dokumen.
Styles yang di aktifkan pada setiap Judul bab dan sub bab (misalnya Heading 1, Heading 2), akan secara instan memberikan struktur digital pada dokumen. Manfaatnya luar biasa, daftar isi otomatis dapat dibuat dalam hitungan detik.
Lebih lanjut, untuk penomoran halaman yang berbeda (misalnya i, ii, iii untuk bagian awal dan 1, 2, 3 untuk isi), gunakan fitur section break. Fitur ini memisahkan bagian dokumen sehingga gaya penomoran dapat diatur secara dinamis.
Salah satu sumber revisi dan stres terbesar adalah ketidakakuratan sitasi dan daftar pustaka. Solusinya adalah gunakan Reference Management Software (RMS). Alat seperti Mendeley atau Zotero wajib dikuasai.
RMS menghilangkan risiko inkonsistensi penulisan manual. Ia berfungsi mengelola ribuan sumber dan memungkinkan Anda menyisipkan kutipan (in text citation) dan daftar pustaka secara otomatis dan bebas kesalahan.
Keunggulan utama RMS adalah fleksibilitas gaya. Jika diminta mengubah seluruh sitasi dari format APA ke MLA (atau IEEE) oleh dosen atau jurnal, maka dapat dilakukan dalam waktu yang relatif cepat.
Skripsi sejatinya bukan hanya ujian mentalitas, melainkan juga ujian literasi digital. Penguasaan template, struktur IMRaD, fitur Styles, dan RMS adalah investasi waktu yang akan meningkatkan kualitas akademik sekaligus meredam tekanan mental akibat teknis penulisan.
Mahasiswa perlu ingat, kampus juga menyediakan pendampingan psikologis. Segera mencari bantuan, baik dari sisi akademik maupun mental, apabila dirasa membutuhkannya.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani