Invisible Mode: Proteksi Data Pribadi Mahasiswa di Ruang Digital
Keterangan Gambar: Data Pribadi hal terpenting dalam kehidupan diri sendiri, Data merupakan kunci untuk mengakses ruang yang luas terutama ruang digital. (Sumber : Canva)
Nama: Alya Ramadhani
S2MI - Sebagai mahasiswa, Anda berinteraksi dengan banyak sistem dan platform yang mengumpulkan data Anda. Menjaga data pribadi sangat penting untuk menghindari beberapa risiko.
Risiko pertama, penjahat dapat menggunakan data pribadi (seperti NIM, KTP, alamat, atau detail bank) untuk melakukan pinjaman online ilegal, membuka rekening palsu, atau melakukan kejahatan atas nama Anda. Jika informasi rekening bank atau kartu kredit bocor, dana Anda bisa dicuri.
Resiko selnjutnya, apabila data yang bocor adalah data NIM, nilai, atau informasi skripsi dapat disalahgunakan untuk mengancam kelulusan atau bahkan memalsukan dokumen akademik.
Apabila informasi alamat email atau nomor telepon yang bocor dapat membuat Anda menjadi target serangan phishing yang bertujuan mencuri kredensial (username/password) atau menginstal malware (perangkat lunak berbahaya) di perangkat Anda.
Citra dan reputasi di dunia digital juga penting, perlu di ingat ketika membuat suatu konten atau memberi komentar, pikir kembali sebelum upload dan bijak dalam bermedia sosial.
Mahasiswa agar terhindar dari risiko, lakukanlah beberapa cara dan tips menjaga data pribadi di ruang digital. Langkah dasar dalam menjaga data adalah kata keamanan dalam membuat Kata Sandi.
Gunakan kata sandi dengan kombinasi unik dari huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk akun-akun berbeda, terutama untuk email dan akun perbankan.
Berkembangnya teknologi sekarang menghadirkan aplikasi Pengolah Kata Sandi (Password Manager) seperti Google Password Manager, LastPass, atau 1Passwor. Aplikasi ini dapat membantu Anda menyimpan dan membuat kata sandi yang kuat secara aman.
Banyak mahasiswa menyepelekan langkah penting ini karena alasan ribet atau kurangnya informasi. Langkah ini adalah selalu aktifkan Autentikasi Dua Faktor atau 2FA (verifikasi melalui SMS, aplikasi otentikator, atau kunci keamanan) untuk akun-akun penting (email, media sosial, perbankan, portal akademik).
Hindari melakukan transaksi sensitif (perbankan, login penting) saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Jika harus, pertimbangkan menggunakan VPN (Virtual Private Network). Selalu kunci laptop dan ponsel Anda dengan password, PIN, atau biometrik (sidik jari/wajah).
Langkah terakhir adalah memanfaatkan pengaturan privasi di semua platform media sosial. Batasi siapa yang dapat melihat postingan, foto, dan informasi pribadi Anda hanya kepada teman atau koneksi yang tepercaya.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani