Cara Menghadapi Overthinking Secara Bertahap Untuk Mahasiswa
Keterangan gambar : cara menghadapi overthinking secara bertahap untuk mahasiswa yang stress berlebih ataupun banyak pikiran (sumber : canva).
Penulis : Ayeesha Aristy Putri
S2MI - Overthinking sering muncul pada mahasiswa yang sedang berada pada masa transisi menuju dunia dewasa. Tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan membuat pikiran mudah berputar tanpa henti.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari kapan overthinking mulai muncul. Kesadaran ini penting agar mahasiswa dapat segera menghentikan alur pikiran yang berlebihan sebelum makin melebar.
Setelah mengenali gejalanya, mahasiswa dapat mencoba teknik pernapasan dalam untuk menenangkan diri. Tarik napas perlahan, tahan sebentar, lalu hembuskan secara teratur untuk menstabilkan respon stres.
Menuliskan kekhawatiran di buku catatan dapat menjadi cara efektif untuk mengeluarkan beban pikiran. Dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan, mahasiswa bisa melihat bahwa sebagian kecemasan sebenarnya tidak terlalu relevan.
Membatasi waktu khusus untuk memikirkan masalah juga bisa membantu menghindari pikiran yang melebar ke mana-mana. Setelah waktu habis, mahasiswa dianjurkan beralih ke aktivitas fisik atau kegiatan yang lebih produktif.
Berbicara dengan teman dekat atau konselor dapat memberikan perspektif baru terhadap situasi yang sedang dialami. Terkadang, mendengar sudut pandang orang lain membuat masalah menjadi lebih sederhana.
Menjaga pola hidup sehat seperti tidur cukup, makan teratur, dan rutin berolahraga juga sangat berpengaruh. Tubuh yang sehat cenderung menghasilkan pikiran yang lebih stabil dan tidak mudah terbebani.
Mindfulness dapat menjadi teknik bertahap untuk meredakan overthinking. Dengan berfokus pada momen saat ini, pikiran tidak mudah mengembara menuju hal-hal negatif yang belum tentu terjadi.
Mahasiswa juga perlu dapat membedakan mana hal yang dapat dikendalikan dan mana yang berada di luar kendali. Fokus pada hal yang bisa diubah membantu mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu.
Mengalihkan perhatian ke aktivitas positif seperti hobi, kreativitas, atau kegiatan organisasi dapat menurunkan intensitas overthinking. Aktivitas yang menyenangkan membantu otak beristirahat dari tekanan mental.
Jika overthinking sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat. Konselor kampus atau psikolog dapat memberikan strategi terarah sesuai kondisi masing-masing mahasiswa.
Menghadapi overthinking membutuhkan proses bertahap dan tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Dengan konsistensi dan pemahaman diri, mahasiswa dapat menata pikiran dan menjalani kehidupan akademik dengan lebih tenang. ***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani