Koordinator Program Studi S2 Manajemen Inovasi UNESA Perkuat Kualitas Pendidikan Tinggi di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya
Penulis: Rommy Mochamad Ramdhani
Keterangan foto : Koorpordi S2 Manajemen Inovasi UNESA Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si. menerima sertifikat dari pimpinan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dalam acara Bimbingan Teknis RPS berbasis OBE.
S2MI - Koordinator Program Studi S2 Manajemen Inovasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si. menghadiri Bimbingan Teknis Rencana Pembelajaran Semester di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya pada Kamis, 13 Agustus 2026. Beliau memaparkan materi strategis mengenai penyusunan kurikulum berorientasi pada luaran pembelajaran yang inklusif. Kegiatan akademik ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga pengajar dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
Transformasi kurikulum pendidikan tinggi memegang peranan krusial dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata sesuai arah Sustainable Development Goals (SDG 4). Peneliti Mahrishi (2025) menegaskan bahwa penerapan kerangka kerja Outcome-Based Education (OBE) secara langsung mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan PBB. Pendekatan instruksional ini menjamin seluruh mahasiswa memperoleh keterampilan praktis serta pengetahuan esensial guna menghadapi tantangan era modern.
Proses perancangan kurikulum harus difokuskan pada capaian pembelajaran kompetensi agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing global. Pakar akademis Denah Suswati (2024) menjelaskan bahwa formulasi silabus berbasis luaran merupakan langkah esensial untuk menjamin relevansi materi perkuliahan. Akademisi dapat menyelaraskan indikator penilaian dengan profil lulusan secara lebih akurat dan terukur.
Partisipasi aktif tenaga pengajar dalam bimbingan teknis ini mencerminkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pembelajaran secara menyeluruh. Peneliti Zainudin (2024) mengungkapkan bahwa workshop perancangan kurikulum mampu meningkatkan efektivitas pengajaran dosen di kelas secara signifikan. Penguatan kapasitas staf pengajar tersebut mendorong percepatan pemerataan kualitas pendidikan perguruan tinggi.
Penerapan metode pengajaran yang inovatif dapat mendorong terciptanya kesempatan belajar sepanjang hayat bagi seluruh civitas akademika. Peneliti Yuni Setia Ningsih (2025) membuktikan bahwa kurikulum berorientasi luaran mengoptimalkan potensi intelektual peserta didik secara substansial. Pendekatan interaktif ini mengarahkan proses pembelajaran menuju pencapaian kompetensi holistik yang aplikatif.
Integrasi nilai-nilai pembangunan berkelanjutan ke dalam dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) semakin memperkokoh relevansi kurikulum institusi. Pakar pendidikan Fadly Husain (2026) menguraikan bahwa internalisasi indikator SDG ke dalam perkuliahan membentuk karakter lulusan yang berwawasan global. Langkah sistematis ini mempersiapkan mahasiswa menjadi agen perubahan yang solutif di masyarakat.
Pengembangan kurikulum berbasis OBE turut memperkuat iklim pendidikan tinggi yang adil, setara, dan bebas dari diskriminasi. Peneliti Corina Karim (2026) menyimpulkan bahwa standardisasi pembelajaran berbasis capaian nyata mampu memperkecil kesenjangan kualitas antarperguruan tinggi. Keberhasilan transformasi ini membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pilar civitas akademika.
Evaluasi pembelajaran berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk memantau ketercapaian target kompetensi para peserta didik secara periodik. Akademisi Hermawan (2026) menyatakan bahwa pemantauan berkala terhadap kurikulum memastikan keberlanjutan mutu proses edukasi. Mekanisme kontrol mutu tersebut menjamin lulusan memiliki kualifikasi unggul yang adaptif terhadap perubahan.
Upaya kolaboratif antara UNESA dan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya ini membuktikan pentingnya kepemimpinan akademis dalam mendorong inovasi pendidikan. Penulis meyakini bahwa langkah konkret ini memicu percepatan terwujudnya masyarakat berpengetahuan yang berkelanjutan di Indonesia. Transformasi kurikulum yang terencana secara matang akan membukakan jalan menuju masa depan pendidikan nasional yang berdaya saing tinggi.
Editor: Rommy Mochamad Ramdhani