Pengenalan nilai Pancasila dalam acara ini dilakukan melalui medium seni, khususnya melalui lagu-lagu nasional dan karya musik populer Indonesia. Musik dipercaya sebagai instrumen komunikasi universal yang mampu menyentuh aspek emosional mahasiswa secara langsung dan mendalam. Lirik-lirik lagu yang sarat akan makna persatuan diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan mendengarkan dan menghayati setiap nada, mahasiswa diajak untuk menyadari kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya membentuk karakter pemuda yang bangga akan identitasnya di tengah arus globalisasi yang kian masif.
Acara ini menghadirkan jajaran tokoh publik dan seniman ternama yang memiliki pengaruh kuat di industri kreatif tanah air. Nama-nama besar seperti Once Mekel, Slank, dan Alffy Rev akan memberikan perspektif menarik mengenai keterkaitan seni dengan jiwa kebangsaan. Kehadiran para musisi ini bukan sekadar sebagai penghibur, melainkan sebagai narasumber dalam dialog interaktif mengenai nilai-nilai Pancasila. Selain itu, penyanyi muda berbakat seperti Shanna Shannon dan Novia Bachmid turut melengkapi daftar pengisi acara yang inspiratif. Kolaborasi antara musisi senior dan junior ini menjadi simbol keberlanjutan estafet perjuangan nilai kebangsaan lintas generasi.
Selain dari kalangan praktisi seni, acara ini juga diperkaya oleh pandangan akademis dan perspektif budaya yang sangat mendalam. Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., dijadwalkan hadir untuk memberikan penguatan mengenai pentingnya integrasi nilai Pancasila dalam kehidupan akademik. Budayawan terkemuka, Ngatawi Al-Zastrouw, juga akan memberikan ulasan filosofis mengenai manifestasi nilai-nilai luhur bangsa dalam praktik berkesenian. Perpaduan antara pemikiran logis akademis dan sentuhan rasa dari para budayawan menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif bagi peserta. Mahasiswa pun mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung mengenai tantangan implementasi Pancasila di era digital saat ini.
Gema Kampus Seri 7 ini secara spesifik bertujuan untuk mengajak mahasiswa menjadi pribadi yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Judul yang diusung merepresentasikan keinginan institusi untuk menjadikan Pancasila sebagai ekspresi harian, bukan sekadar teori di atas kertas. Pengenalan lagu-lagu nasional melalui aransemen modern diharapkan dapat mengikis jarak antara teks sejarah dan realitas sosial pemuda saat ini. Mahasiswa didorong untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan tetap berpijak pada fondasi moral dan etika bangsa Indonesia. Transformasi pemikiran ini sangat penting demi menjaga keutuhan bangsa yang sangat beragam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dukungan penuh dari berbagai pihak turut memperkuat keberhasilan acara ini, mulai dari kementerian terkait hingga sponsor dari sektor perbankan dan energi. Keberadaan logo Kemendikbudristek dan berbagai perusahaan besar menunjukkan bahwa penguatan ideologi bangsa merupakan tanggung jawab kolektif semua sektor. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri sangat diperlukan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kerja sama ini memberikan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman di Graha Unesa. Keseriusan penyelenggara terlihat dari persiapan yang matang demi tercapainya tujuan edukatif yang diinginkan oleh pihak universitas.
Pendidikan Pancasila yang dikemas melalui konser dan dialog budaya seperti ini diprediksi akan lebih membekas dalam ingatan para peserta. Pola pembelajaran konvensional sering kali mengalami kendala dalam menarik minat mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan yang dianggap berat. Namun, dengan menghadirkan musisi yang mereka idolakan, pesan-pesan moral dapat tersampaikan secara lebih halus dan efektif. Melalui lagu, mahasiswa dapat merasakan semangat kebhinekaan tanpa merasa didikte oleh aturan yang bersifat formalitas semata. Inovasi metode pembelajaran ini merupakan langkah konkret Unesa dalam menerapkan kebijakan Merdeka Belajar yang lebih dinamis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir tunas-tunas pemimpin bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kematangan emosional dalam berbangsa. Pemuda Pancasila yang dimaksud dalam tulisan ini adalah mereka yang mampu merefleksikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam sesi tanya jawab selama acara berlangsung akan menguji sejauh mana nalar kritis mereka berkembang. Seni menjadi pintu masuk utama untuk membuka diskusi yang lebih jujur mengenai kondisi bangsa dan harapan di masa depan. Semangat ini harus terus dipupuk agar mahasiswa tidak kehilangan jati diri di tengah persaingan global yang sangat kompetitif.
Momen Gema Kampus ini juga bertepatan dengan semangat menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertera pada logo khusus di poster. Visi Indonesia Emas memerlukan kontribusi nyata dari mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki landasan ideologi yang sangat kokoh. Penguatan Pancasila melalui musik adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa api semangat perjuangan para pahlawan tetap menyala. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah pergerakan budaya yang bermartabat di lingkungan kampus. Dengan demikian, Unesa membuktikan komitmennya untuk selalu menjadi institusi pendidikan yang selangkah di depan dalam hal inovasi.
Seluruh mahasiswa Unesa yang terdaftar dalam mata kuliah Pancasila semester ini sangat disarankan untuk mengambil bagian dalam ruang diskusi terbuka yang langka ini. Kehadiran para ahli dan seniman dalam satu panggung menjadi kesempatan emas untuk memperluas cakrawala berpikir di luar jam kuliah formal. Pastikan kehadiran Anda di Graha Unesa pada jadwal yang telah ditentukan guna memetik pelajaran berharga dari setiap rangkaian acara. Melalui partisipasi aktif, kita bersama-sama menunjukkan bahwa ekspresi generasi muda Indonesia adalah ekspresi yang berkarakter dan berintegritas. Mari rayakan harmoni kebangsaan ini dan jadikan musik sebagai jembatan untuk memahami jati diri bangsa yang sesungguhnya.***
Editor : Rommy Mochammad Ramdhani