Dukung Penguatan Budaya Literasi, Dosen S2 Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana UNESA Ikuti Webinar "Perpus Muter Kampus"
Penulis : Rommy Mochamad Ramdhani
Keterangangan foto : Suasana ruang virtual Webinar "Perpus Muter Kampus" Putaran 2 Etape 08 yang dihadiri oleh jajaran pimpinan UPT Perpustakaan UNESA dan para dosen Sekolah Pascasarjana UNESA, Rabu (1/7/2026)
S2MI - Dalam upaya merespons disrupsi teknologi digital yang kian masif di lingkungan perguruan tinggi, dosen Program Studi S2 Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadiri kegiatan strategis Webinar "Perpus Muter Kampus" Putaran 2 Etape 08.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 ini diselenggarakan untuk Sekolah Pascasarjana UNESA dengan menghadirkan Kepala UPT Perpustakaan UNESA, Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D., sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Prof. Suroto menegaskan bahwa ekosistem pendidikan tinggi saat ini sedang mengalami disrupsi fundamental yang digerakkan oleh transformasi digital dan ekspansi Artificial Intelligence (AI). Tantangan nyata ini berdampak langsung pada perubahan perilaku pemustaka yang kini menuntut akses informasi non-stop 24/7 serta menghadapi ketatnya persaingan sumber informasi terbuka.
"Perpustakaan perguruan tinggi harus tetap relevan dan memberikan dampak nyata di tengah tuntutan institusi untuk target akreditasi, pemeringkatan universitas, efisiensi anggaran, hingga eskalasi dukungan riset dan publikasi internasional," ungkap Prof. Suroto dalam materinya.
Keikutsertaan para pengampu mata kuliah S2 Manajemen Inovasi dalam webinar ini juga menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang I UNESA Nomor: B/41128/UN38.I/TU.00.02/2026 mengenai Penguatan Pemanfaatan Ruang Baca dan Budaya Akademik.
Berlandaskan Peraturan Rektor Nomor 20 Tahun 2025, ruang baca di setiap unit kini ditetapkan sebagai titik layanan strategis untuk membangun budaya berpikir kritis dan inovatif.
Sebagai bagian dari sivitas akademika yang berfokus pada manajemen tata kelola inovasi, keterlibatan dosen sangat krusial demi menyukseskan target besar universitas pada tahun 2026, yakni menjaring minimal 12.000 mahasiswa sebagai reviewer buku rujukan mata kuliah.
Sesuai dengan panduan teknis yang disosialisasikan, setiap dosen diwajibkan untuk:
1. Menetapkan minimal 3 buku rujukan wajib pada setiap mata kuliah yang diampu.
2. Menugaskan mahasiswa untuk memilih dan mengulas 1 dari buku rujukan wajib tersebut.
3. Mengarahkan mahasiswa untuk mengunggah hasil ke tautan resmi yang disediakan UPT Perpustakaan UNESA serta mewajibkan mereka mengunjungi ruang baca fisik maupun digital.
Harapannya melalui partisipasi aktif ini, prodi S2 Manajemen Inovasi berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan aset digital perpustakaan. Diketahui, UNESA telah menggelontorkan nilai investasi fantastis lebih dari Rp 4.000.000.000,00 untuk berlangganan berbagai sumber pustaka digital serta aplikasi manajemen referensi terkemuka seperti Cambridge, Emerald, Springer, Taylor & Francis, Science Direct, Scopus, hingga SAGE.
Semua fasilitas ini dapat diakses penuh selama 24 jam oleh seluruh dosen dan mahasiswa, baik di dalam area kampus maupun secara mandiri dari luar kampus menggunakan platform RemoteXs dengan akun SSO.
Melalui sinergi program "Perpus Muter Kampus" ini, diharapkan iklim akademik di lingkungan Sekolah Pascasarjana UNESA, khususnya pada program studi rumpun inovasi, semakin produktif.
Langkah nyata ini optimis mampu mendongkrak kualitas riset mahasiswa, mendorong orisinalitas publikasi ilmiah, sekaligus mempertahankan tradisi prestasi literasi UNESA yang sebelumnya telah sukses memecahkan Rekor MURI Bedah Buku Massal.***
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 ini diselenggarakan untuk Sekolah Pascasarjana UNESA dengan menghadirkan Kepala UPT Perpustakaan UNESA, Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D., sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Prof. Suroto menegaskan bahwa ekosistem pendidikan tinggi saat ini sedang mengalami disrupsi fundamental yang digerakkan oleh transformasi digital dan ekspansi Artificial Intelligence (AI). Tantangan nyata ini berdampak langsung pada perubahan perilaku pemustaka yang kini menuntut akses informasi non-stop 24/7 serta menghadapi ketatnya persaingan sumber informasi terbuka.
"Perpustakaan perguruan tinggi harus tetap relevan dan memberikan dampak nyata di tengah tuntutan institusi untuk target akreditasi, pemeringkatan universitas, efisiensi anggaran, hingga eskalasi dukungan riset dan publikasi internasional," ungkap Prof. Suroto dalam materinya.
Keikutsertaan para pengampu mata kuliah S2 Manajemen Inovasi dalam webinar ini juga menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang I UNESA Nomor: B/41128/UN38.I/TU.00.02/2026 mengenai Penguatan Pemanfaatan Ruang Baca dan Budaya Akademik.
Berlandaskan Peraturan Rektor Nomor 20 Tahun 2025, ruang baca di setiap unit kini ditetapkan sebagai titik layanan strategis untuk membangun budaya berpikir kritis dan inovatif.
Sebagai bagian dari sivitas akademika yang berfokus pada manajemen tata kelola inovasi, keterlibatan dosen sangat krusial demi menyukseskan target besar universitas pada tahun 2026, yakni menjaring minimal 12.000 mahasiswa sebagai reviewer buku rujukan mata kuliah.
1. Menetapkan minimal 3 buku rujukan wajib pada setiap mata kuliah yang diampu.
2. Menugaskan mahasiswa untuk memilih dan mengulas 1 dari buku rujukan wajib tersebut.
3. Mengarahkan mahasiswa untuk mengunggah hasil ke tautan resmi yang disediakan UPT Perpustakaan UNESA serta mewajibkan mereka mengunjungi ruang baca fisik maupun digital.
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani