Keterangan foto : Para dosen program studi S2 Manajemen Inovasi UNESA mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Rektorat Kampus Unesa 2 Lidah Wetan Surabaya. (sumber foto : humas UNESA)
Penulis: Rommy Mochamad Ramdhani
S2MI - Dosen Program Studi S2 Manajemen Inovasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadiri upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Kehadiran tenaga pengajar tersebut memenuhi Surat Edaran Rektor Prof. Dr. Nurhasan M.Kes. mengenai pelaksanaan peringatan kemerdekaan di halaman Rektorat Kampus Unesa 2 Lidah Wetan.
Pendidik menyambut momen bersejarah ini sebagai sarana memperkuat komitmen kebangsaan serta pengabdian akademis. Partisipasi dosen dalam acara kenegaraan mencerminkan penguatan kualitas pendidikan tinggi yang berkarakter (SDG 4: Quality Education). Peneliti Mahrishi (2025) menegaskan bahwa keterlibatan aktif pendidik dalam peringatan kebangsaan mendorong terciptanya ekosistem belajar yang berintegritas tinggi.
Pengajar dapat menyalurkan nilai-nilai perjuangan nasional kepada mahasiswa melalui ruang-ruang perkuliahan. Tenaga pengajar S2 Manajemen Inovasi mendatangi lokasi seremonial pada pukul 06.30 WIB guna menyelesaikan proses pendaftaran kehadiran. Pendidik memproses presensi kehadiran secara digital menggunakan aplikasi myUnesa sebelum ritual pengibaran bendera dimulai pukul 07.00 WIB. Fasilitas aplikasi seluler tersebut mempermudah pencatatan partisipasi para peserta upacara secara efisien.
Penggunaan busana kebudayaan daerah oleh para dosen menjadi simbol inklusivitas serta keberagaman keberlanjutan (SDG 11: Sustainable Cities and Communities). Pakar kebudayaan Aini (2026) menguraikan bahwa pelestarian pakaian adat melanggengkan identitas kebudayaan di lingkungan kampus. Dosen mengenakan pakaian tradisional guna merawat tradisi luhur bangsa Indonesia.
Pengajar pria mengenakan busana beskap atau teluk belanga yang dilengkapi hiasan kain nusantara berestetika tinggi. Dosen wanita memakai pakaian adat daerah yang mengusung paduan warna merah dan putih yang elegan. Penggunaan kostum tradisional tersebut memancarkan keberagaman budaya nusantara yang sangat indah.
Kolaborasi antarunit akademik dalam upacara peringatan memperkokoh kemitraan strategis perguruan tinggi (SDG 17: Partnerships for the Goals). Sinergi antarstaf pengajar memperlancar pelaksanaan agenda kelembagaan secara optimal, dan kebersamaan civitas akademika memicu lahirnya pemikiran inovatif untuk kemajuan lembaga.
Resimen Mahasiswa Unesa 804 menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka dengan penuh kedisiplinan serta kecermatan tinggi. Paduan Suara Mahasiswa UNESA melantunkan lagu-lagu perjuangan bangsa yang membakar semangat seluruh hadirin. Dosen mengikuti seluruh susunan prosesi kemerdekaan dengan penuh khidmat hingga selesai.
Penanaman nilai-nilai kemerdekaan membentuk lingkungan akademik yang berkeadilan serta transparan (SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions). Akademisi Corina Karim (2026) menyimpulkan bahwa kebiasaan menghargai sejarah mengukuhkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih. Lembaga pendidikan berfungsi menjaga pilar demokrasi serta keadilan sosial di masyarakat.
Keikutsertaan para pengajar program magister ini memicu dorongan untuk terus mengabdi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Peneliti Yuni Setia Ningsih (2025) membuktikan bahwa peringatan kebangsaan menguatkan komitmen riset civitas akademika secara nyata. Akademisi terdorong menghasilkan inovasi manajemen yang solutif bagi publik.
Momen peringatan HUT RI ke-81 ini memperkuat tekad dosen S2 Manajemen Inovasi UNESA dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Penulis meyakini bahwa semangat kemerdekaan akan terus menginspirasi para pendidik untuk bertransformasi dalam era digital. Perguruan tinggi siap mencetak pimpinan masa depan yang berwawasan luas dan berintegritas.
Editor: Rommy Mochamad Ramdhani